IMG_2733
IBNU SAMBODO, BOS TIM MANUAL TEC. Siap tampil di IRS Sentul, Minggu ini (21-22 Mei)

IBNU SAMBODO, BOS TIM MANUAL TEC. Siap tampil di IRS Sentul, Minggu ini (21-22 Mei)

Sudah ditunggu-tuggu dan ini harapan pelaku balap tanah air. Bahwa tim Manual Tech KYT Kawasaki dapat ikut-serta dalam Kejurnas IRS 2016 di Sentul, Minggu ini (21-22 Mei). Maklum saja, saat putaran awal IRS 2016, pasukan yang dikomandoi Ibnu Sambodo selaku pemilik tim ini absen alias tidak hadir.

Mereka memilih konsen persiapan Asia Road Racing Championship 2016 (ARRC) di Johor, Malaysia. “Sebetulnya kita tidak wajib tampil di IRS karena memang kesepakatan kontrak fokus di balap Asia. Namun untuk IRS Minggu ini, kita akan ikut dengan 3 rider, “ucap Ibnu Sambodo, akrab disapa Pak De sebagai bos tim.

Tentunya 3 pebalap yang akan ambil bagian ialah Ahmad Yudhistira dan AM Fadly di kelas Kejurnas Supersports 600 dan Gupita Kresna di Kejurnas Sport 250 cc. Oh ya, Yudhistira adalah jawara nasional Supersports 600 di 2014-2015, juga peringkat III ARRC 2015 (Supersports 600) dan itu terbaik diantara semua petarung tanah air yang ambil bagian di Supersports 600 (ARRC 2015).

Oh ya (lagi), AM Fadly adalah pelaga termuda Supersports 600 di ARRC 2016. Masih berusia 16 tahun saja. Lebih lanjut dipahamu, dalam suatu kesempatan, Pak De sempat memberikan ilustrasi biaya balap IRS yang notabene akan dihelat 5 seri di 2016 ini. Bicara Supersports 600, memang jelas dan tegas memerlukan biaya mahal untuk penggunaan ban. Terlebih Manual Tech tahun ini dengan 2 petarung.

“Hitungan saya, untuk 5 seri IRS 2016 butuh alokasi dana sekitar 360 juta. Padahal kita tidak wajib. Paling boros untuk ban karena kita dengan 2 rider Supersports 600. 1 set harganya 5 juta. 1 seri butuh 3 set per-rider. Jadi untuk ban saja sudah 30 juta per-serinya. Itu belum yang lain-lain, “terang Pak De yang pastinya setia berbasecamp di Jl. Kaliurang Km. 8,4 Sleman, Yogyakarta.

Sumber: ototrend

0 113